No title

ARTIKEL PENELITIAN

Fenomena Sosial Operasi Sectio Caesarea di Salah Satu Rumah Sakit Swasta Besar Surabaya Periode 1 Januari 2000 - 31 Desember 2005 Harry Kurniawan Gondo Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Abstrak. Saat ini prosedur operasi caesarea merupakan salah satu alternatif yang sering dilakukan di bidang dilakukan di bidang kedokteran obstetri dan ginekologi dalam pelaksanaan kelahiran, terutama bila terdapat komplikasi, misalnya cephalo pelvic disproportion (CPD), fetal distress, distosia karena kelainan tenaga ibu yang melahirkan, atau ibu dengan penyakit jantung. Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, kemajuan kedokteran anestesi, peningkatan strata perekonomian, maka operasi caesarea menjadi trend “fenomena” tersendiri saat ini. Pada penatalaksanaan ibu melahirkan angka operasi semakin naik, dan ini bila dikaitkan dengan angka pelayanan pemantauan ibu hamil (antenatal care/ANC), merupakan gagalnya ANC, tetapi pada masyarakat perkotaan ini operasi caesarea ini dilakukan banyak bukan lagi dipertimbangkan hanya dalam bidang medis, tetapi banyak faktor yang ikut berperan, antara lain: sosial, ekonomi, ingin bebas dari rasa sakit, rasa nyaman, dan mungkin ini menjadi fenomena sosial dalam proses melahirkan di saat ini.

Pendahuluan

Perubahan pola penanganan obstetrik banyak mempengaruhi metode kelahiran operatif. Selama 60 tahun pertama dari abad ke-20, dokter yang tidak mau melakukan kelahiran dengan cunam (forcep) yang sukar disebut “pengecut obstetri”, dan sectio caesarea dianggap sebagai titik akhir dari kegagalan obstetrik. Dalam praktek obstetrik modern, kelahiran lewat perut dengan mudah dipilih bila kelahiran operatif per vaginam akan membahayakan ibu, anak atau keduanya. Perbaikan yang meluas dalam bidang anestesia, teknik pembedahan, antibiotika dan transfusi darah yang aman, telah menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat operasi sectio caesarea, sehingga menjadikannya sebagai pilihan yang relatif aman. Tetapi jenis, teknik dan waktu intervensi operasi masih merupakan salah satu di antara banyak keputusan paling penting yang terlibat dalam praktek obstetri modern. Penerimaan penggunaan sectio caesarea secara bebas pada masa sekarang ini, masih menjadi fenomena yang masih sangat baru dalam kehidupan sosial di masyarakat modern, terutama pada masyarakat urban di mana menuntut serba cepat, serba baik (bebas dari rasa nyeri), dan hasil yang maksimal (tanpa komplikasi yang besar). Bagi peneliti, yang menarik untuk diteliti adalah di mana pada saat ini sudah trend bahwa sectio caesarea bukan dianggap sebagai sesuatu yang tabu dalam tindakan obstetrik modern, bahkan mungkin dengan berjalannya waktu sectio caesarea akan menjadi sesuatu yang biasa dalam kelahiran, dimana sectio caesarea dilakukan atas permintaan penderita, dikarenakan juga pesatnya informasi yang tidak terbatas pada era saat ini di mana para ibu dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang sectio caesarea. Mungkin di saat mendatang beberapa instansi pemerintah Republik Indonesia yang erat hubungannya dengan kebijaksanaan mengenai pembatasan tindakan dan pengendalian terhadap tindakan sectio caesarea, perlu menyesuaikan kebijaksanaannya dengan perubahan dan tuntutan masyarakat. Bagi peneliti, yang terpenting adalah yang terbaik bagi masyarakat, dan tidak bertentangan dengan norma sebagai manusia dan tetap menjunjung tinggi etika dan moral kedokteran, suatu perubahan yang lebih baik memang seharusnya terjadi. Metode dan Jenis Penelitian


Jenis Penelitian

Ditinjau dari macam atau asal datanya, penelitian ini adalah penelitian dengan data sekunder, yaitu penelitian yang datanya berasal dari catatan medik ibu hamil yang proses kelahirannya melalui tindakan operasi caesarea di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. Sedangkan bila ditinjau dari sifat permasalahannya maka penelitian ini adalah penelitian observasional, karena sifat masalah yang akan diteliti tidak perlakuan terhadap subjek penelitian.

Lokasi

Salah satu rumah sakit swasta Surabaya, di mana yang dapat dipertanggungjawabkan catatan medisnya (medical record). Rumah sakit tempat penelitian sudah mendapat standar ISO 9002 dalam bidang rekam medis (medicalrecord).

Populasi

Semua ibu hamil yang proses kelahirannya, di salah satu rumah sakit swasta Surabaya, periode 1 Januari 2000 sampai dengan 31 Desember 2005.


Sampel

Ibu hamil yang proses kelahirannya melalui tindakan operasi caesarea, di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, periode 1 Januari 2000 sampai dengan 31 Desember 2005

.
Pengambilan Data

• Data yang diambil, merupakan data sekunder dari rekam medis dari salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, dalam periode 1 Januari 2000 - 31 Desember 2005.

• Instrumen yang digunakan adalah rekam medis (catatan medis) salah satu rumah sakit swasta di Surabaya periode 1 Januari 2000 sampai 31 Desember 2005


Jenis Data

Data sekunder dari rekam medis (medical record) rumah sakit swasta di Surabaya yang meliputi:

• Waktu, meliputi tanggal dari sampel melakukan proses kelahiran

• Catatan keperawatan, meliputi usia ibu, usia janin, jumlah paritas, dan indikasi medis, dan proses kelahiran dari sampel penelitian

• Catatan administrasi, meliputi pendidikan ibu, kelas

perawatan di rumah sakit. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

1. Operasi caesarea adalah kelahiran janin cukup bulan hidup melalui insisi (sayatan) pada dinding perut dan rahim bagian depan.Insisi pada dinding abdomen dalam bidang obstetri dan ginekologi yang tidak memenuhi kriteria di atas tidak termasuk sectio caesarea.

2. Lahir per vaginam adalah proses kelahiran normal melalui alat kelamin perempuan, yaitu keluar melalui vagina.

3. Indikasi medis operasi caesarea adalah kriteria dalam bidang kedokteran obstetri dan ginekologi untuk dilakukan operasi sectio caesarea.

Dalam penelitian ini yang dimasukkan dalam indikasi medis untuk operasi caesarea, antara lain:

Partus dengan bekas sikatriks (post SC,myomektomi, dll)

Kala II memanjang

Janin lebih dari 1 (Gemelli, Triple) Fetal distress (gawat janin) Primi tua atau primi muda Preeklamsia atau eklamsia CPD (Cepholo Pelvic Disproportion) Kelainan letak/situs janin (lintang, sungsang, dll) Partus dengan komplikasi, yaitu:

Penyakit jantung

Asma

Herpes genitalis

Ketuban pecah dini (premature rupture membrane)

Placenta previa

Epilepsi

Hemoroid grade > III

Inersia uterus

HNP (hernia nukleus pulposus), kelainan vertebrae, dll

4. Cephalo pelvic disproportion (CPD) adalah suatu keadaan yang ditimbulkan karena kepala janin yang besar sehingga tidak memungkinkan untuk lahir per vaginam.

5. Populasi adalah semua ibu yang melahirkan di salah satu rumah sakit swasta Surabaya, pada tanggal 1 Januari 2000 (terhitung mulai pukul 00.01 WIB) sampai dengan 31 Desember 2005 (terhitung sampai pukul 00.00 WIB).

6. Sampel adalah semua ibu yang melahirkan secara operasi caesarea di salah satu rumah sakit swasta Surabaya, pada tanggal 1 Januari 2000 (terhitung mulai puluk 00.01 WIB) sampai dengan 31 Desember 2005 (terhitung sampai puluk 00.00 WIB).

7. Instrumen: dokumen rekam medis (medical record) salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, periode 1 Januari 2000 - 31 Desember 2005.

8. Sosial ekonomi adalah berdasarkan rawat inap ibu melahirkan di salah satu rumah sakit swasta Surabaya, pada penelitian ini kelas sosial ekonomi dibagi menjadi:

Menengah: rawat inap kelas III dan IIIa

Menengah ke atas: rawat inap kelas II dan IIa

Atas: rawat inap kelas I, VIP dan SVIP.

Latar belakang yang mendasari pembagian di atas adalah

biaya kamar rawat inap per hari di rumah sakit.

M. Thoyib HM

terkadang kehidupan dunia membuat kita lalai dalam mengerjakan apa yang telah menjadi sebuah kewajiban untuk akhirat

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post