FASE LATEN DALAM PERSALINAN


Kemajuan dari persalinan mungkin tergambar dalam suatu grafik. Sebagian besar persalinan normal mengikuti suatu kurva yang digambarkan oleh friedman. Pengetahuan tentang kurva ini akan mendeteksi kelainan dari persalinan yang bersifat dini.

Pada umumnya keadaan umum medis dari pasien, arsitek panggul besar, posisi dan presentasi janin, kekuatan kontraksi uterus serta perlunakan dan penipisan serviks akan mempengaruhi kemajuan persalinan sebagaimana yang akan digambarkan daripada kurva persalinan.
Dengan mengetahui lebih dalam dari beberapa faktor ini akan memungkinkan dokter untuk meramal jenis persalinan pada pasien dan oleh karena itu dapat mengantisipasi masalah-masalah yang timbul serta melakukan intervensi yang mungkin diperlukan.
Klinis dapat dinyaktakan partus dimulai bila timbul his dan wanita tersebut mengeluarkan lendir yang bersemu darah. Lendir yang bersemu darah itu berasal dari kanalis servikalis karena serviks mulai membuka atau mendatar, sedangkan darahnya berasal dari pembuluh darah kapiler yang berada disekitar servikalis itu pecah karena pergeseran-pergeseran keruban maka seviks membuka.
Fase laten persalinan dimulai sejak awal persalinan sampai pembukaan 3 cm, kalau fase laten ini berlangsung lebih dari 8 jam dengan his 2 kali dalam 10 menit maka persalinan akan cenderung mengalami kesulitan. Kalau ibu bersalin di puskesmas maka harus segera dirujuk kerumah sakit. Fase laten pada multipara 5 - 6 jam.
Fase laten biasanya diukur dalam jam, lamanya tergantung pada beberapa keadaan, jika penipisan yang sempurna atau hampir sempurna telah terjadi ketika kontraksi dimulai maka fase laten akan lebih singkat. Jika kontraksi uterus dimulai dengan penipisan serviks kurang baik dan bagian bawah masih dalam station yang tinggi maka terjadinya fase laten relatif lebih lama, meskipun hal ini tak selalu berarti patologik.

TANDA-TANDA PERSALINAN 3
1. Timbulnya his persalinan adalah his pembukaan dengan sifarnua sebagai berikut:
-. Nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut bagian depan
-. Teratur
-. Makin lama makin pendek intervalnya dan makin kuat intensitasnya
-. Kalau dibawa berjalan bertambah kuat
-. Mempunyai pengaruh pada pendataran dan atau pembukaaan cervik


2. Keluarnya lendir berdarah dari jalan lahir (show)
dengan pendataran dan pembukaan, lendir dari kanalis cervikalis keluar disertai dengan sedikit darah. Perdarahan yang sediki ini disebabkan karena lepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen rahim hingga beberapa capilar terputus.
3. Keluarnya cairan banyak dengan sekonyong konyong dari jalan lahir
hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek. Ketuban itu pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir lengkap dalam hal ini keluar cairan merupakan tanda yang lambat sekali. Tetapi kadan-kadang ketuban itu pecah pada pembukaan kecil, malahan kadan-kadang selaput robek sebelum persalinan.
Sebab mulainya persalinan dapat dipengaruhi oleh beberapa sebab misalnya terjadinya penurunan kadar estrogen dan progesteron yang disebabkan plasenta menjadi tua pada kehamilan tua, serta juga dapat akibat terjadi iskemia otot-otot uterus sehingga terganggunya sirkulasi uteroplasenta sehingga plasenta mengalami degenerasi. Faktor lain misalnya tekanan pada ganglion servikale dari plexus frankenhauser yang terdapat dibelakang serviks, akibatnya kontraksi uterus dibangkitkan.

Faktor-faktor yang menyebabkan pembukaan servik
1. Mungkin otot-otot seviks menarik pada pinggir ostium dan membesarkannya.
2. Waktu kontraksi segmen bawah rahim dan seciks deregang oleh isi rahim terutama oleh air ketuban dan ini menyebabkan tarikan pada serviks
3. Waktu kontraksi, bagian dari selaput yang terdapat diatas kanalis sevikalis ialah yang disebut selaput ketuban, menonjol kedalam canalis servikalis, dan membukanya. Kalau tidak ada ketuban, karena misalnya ketuban sudah pecah, faal dilatasi dari ketuban diambil oleh kepala.

Faal ketuban ini mungkin karena selaput anak pada segmen bawah rahim merupakan pendahuluan dari pembukaan serviks, kadang-kadang pada kehamilan cukup bulan, pelepasan selaput janin dengan jari kita dapat memulai persalinan.. Agar anak dapat keluar rahim maka perut terjadi pembukaan dari serviks. Yang dimaksud dengan pembukaan serviks ialah pembesaran dari ostium eksternum yang tadinya merupakan suatu lobang dengan diameter beberapa milimeter menjadi lobang yang dapat dilalui anak, kira-kira 10 cm.
Pembukaan serviks ini biasanya didahului oleh pendataran dari serviks. Yang dimaksud pendataran dari serviks ialah pemendekan dari kanalis servikalis yang semula berupa sebuah saluran yang panjanganya 1 – 2 cm, menjadi suatu lobang saja dengan pinggir yang tipis. Bagi pemeriksa, pendataran terutama nampak pada portio yang makin pendek dan akhirnya rata dengan majunya persalinan. Pendataran dari serviks ini terjadi dari atas ke bawah, mula-mula bagian serviks didaerah ostium internum ditarik ke atas dan menjadi lanjuran dai segmen bawah rahim sedangkan ostium eksternum sementara tidak berubah. Sebetulnya pendataran serviks yang pendek (lebih dari setengahnya telah merata) merupakan tanda dari serviks yang matang.

0 komentar:

Recent Posts

Video Gallery